Aug
10

Company Profile of PUSPER UMY on YouTube

Jul
13

Rumah Hemat Energi UMY

Sebagai upaya untuk memberikan metode pembelajaran kepada masyarakat tentang rumah yang mengkonservasi energi, UMY meresmikan ‘Demo House” : Rumah Hemat Energi’, sebuah rumah yang tidak membutuhkan AC, cahaya lampu yang berlebih dan mempunyai sumber energi yang mandiri. Selain itu rumah tersebut juga dapat memanfaatkan tanaman untuk memberikan efek sejuk yang bermanfaat bagi lingkungan. Melalui rumah tersebut UMY bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat.

“Misalnya desain jendela. Saat ini desain jendela cenderung tertutup karena menggunakan AC. Pada rumah hemat energi ini, jendela rumah bisa diatur cara membukanya sehingga ventilasi bisa dimaksimalkan. Kemudian ketinggian atap atau ceiling, ventilation shaft untuk mengalirkan udara, plantation, penggunaan lampu LED hemat energi, serta penggunaan solar water heater,”jelas Project Coordinator CASINDO, Surya Budi Lesmana, MT.

Desain demo house berukuran 6 m x 8 m. Terdiri dari dua lantai, menggunakan besi, hal ini mengaki batkan tidak akan memotong kayu sehingga lebih ramah lingkungan. “Rumah tersebut disarankan menghadap utara selatan karena pertimbangan wind blows,” tambahnya.

Sebagai salah satu kebutuhan primer, rumah dipilih untuk dilakukan konservasi energi. Tidak hanya dilakukan pada rumah baru tetapi konservasi energi juga bisa dilakukan pada rumah lama atau rumah yang ada sebelumnya. “Rumah tangga pada dasarnya salah satu komponen utama penggunaan energi sehingga konservasi di rumah tangga harapannya bisa mengurangi penggunaan elektrifikasi. Selain itu juga perlu ditingkatkan kesadaran kepada masyarakat mengenai penggunaan energi baru terbarukan dan bagaimana menghemat energi.,”tegas Surya.

Sementara itu, Menurut Tony K Hariadi, Coordinator TWG VI (University Education and Research) dalam CASINDO, rumah hemat energi ini merupakan bentuk karya nyata kerjasama antara UMY dengan Technische Universiteit Eindhoven (TUe) dengan CASINDO  yang dilakukan dengan Fakultas Pertanian, Ekonomi, dan Teknik UMY, rumah ini tidak memerlukan alat pendingin ruangan serta dapat mengonversi energi.

“Rumah ini dibangun sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan karena ventilasi dan atapnya memungkinkan udara tersirkulasi dengan baik sehingga dapat mendinginkan ruangan. Juga terdapat panel tenaga surya yang dapat menghasilkan energi.”

Tony juga menjelaskan rumah hemat energi ini tidak menggunakan kayu sebagai bahan pembangunannya sehingga lebih ramah lingkungan. “Bangunan ini menggunakan rangka baja untuk menggantikan kayu sehingga kita tidak perlu memotong lebih banyak pohon. Kita berharap rumah ini dapat menjadi ikon untuk gerakan anti krisis energi dan pemanasan global.” ungkapnya.

Solar Water Heater adalah alat konversi energi untuk memanaskan air yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi dengan menggunakan sistem thermosiphon. Beragam keuntungan diperoleh saat memanfaatkan Solar water heater karena energi yang digunakan berasal dari tenaga matahari yang tersedia melimpah di alam, gratis dan
terus-menerus (renewable). Keamanan penggunaan terjamin karena sumber energinya berbeda dengan sistem pemanas air lainnya. Selain itu, pemeliharaan sederhana dan tidak memerlukan biaya yang tinggi dan hemat energi serta hemat biaya. Sementara itu, konversi energinya tidak memerlukan pembakaran sehingga tidak ada limbah dan bebas
polusi.

Sementara itu, Nico Vander Linden, perwakilan dari Energy Research Centre of the Netherland melihat bahwa kesadaran akan pentingnya program efisiensi energi di Indonesia masih rendah. Rumah hemat energi ini dapat menjadi proyek percontohan tentang bagaimana bangunan hemat energi. Karena itu ia berharap akses kepada rumah hemat energi UMY ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa saja, tapi dapat diperluas kepada pemerintah, masyarkarat dan sektor industri.

“Secara umum, kesadaran akan pentingnya penghematan energi masih rendah. Sangat penting untuk pihak-pihak seperti pemerintah dan swasta tentunya untuk melihat bagaimana penggunaan energi yang efisien di rumah ini. Sehingga akan meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya efisiensi energi guna terwujudnya masa depan energi Indonesia yang berkesinambungan” jelas Nico.

Jul
10

Workshop: Energy Efficiency and Sustainable Building: Knowledge Valorisation System

Dunia industri dan para akademisi seharusnya menjalin kerjasama lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan efisiensi energi. Wujud kerjasama tersebut dapat berupa bantuan pendanaan penelitian peralatan hemat energi, pemberian beasiswa dan pengembangan jaringan kerjasama.

Hal tersebut disampaikan Ir. Patrick van Schijndel, pakar efisiensi energi dari Technische Universiteit Eindhoven (TUE) Belanda dihadapan dosen dan mahasiswa UMY, pengusaha, perwakilan SMK dan unsur pemerintah DIY dalam workshop bertajuk Energy Efficiency and Sustainable Building: Knowledge Valorisation System di Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa, 05 Juli 2011.

“Universitas merupakan tempat wadah pendidikan dan penelitian, sedangkan disisi lain, industri berorientasi pada kepuasan pelanggan, pemenuhan lapangan kerja dan keuntungan. Namun keduanya memiliki benang merah yaitu inovasi. Pendidikan merupakan penggerak inovasi dan inovasi sangat dibutuhkan dunia industri untuk berkembang” ungkap Patrick.

Sedangkan menurut Edi Indrajaya dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP dan ESDM) DIY, persoalan konservasi energi harus dilihat dari dua sisi yaitu pasokan dan permintaan akan energi (energy supply and demand). Dari sisi pasokan menurut Edi, harus segera dilakukan pengembangan energi terbarukan untuk listrik dan bahan bakar. Sedangkan dari segi pasokan, semua pihak harus menggiatkan program hemat energi.

“Pemerintah provinsi DIY tengah berupaya melaksanakan program hemat energi seperti pemanfaatan energi alternatif, pelaksanaan sosialisasi hemat energi lewat workshop, seminar, dan media lain, audit energi serta pemanfaatan peralatan hemat energi. Namun sementara ini, baru dua instansi yang punya gugus tugas hemat energi yaitu Dinas PUP-ESDM dan Disperindag” ungkap Edi.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UMY, Ir. Toni K Haryadi, MT, menyatakan tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk mendekatkan UMY, pemerintah dan masyarakat kepada manajemen energi yang lebih baik.

“Pihak-pihak terkait harus berkolaborasi lebih intens demi terwujudnya perilaku  hemat energi yang berkesinambungan. Diharapkan juga partisipasi aktif dari stakeholder untuk memberikan masukan demi pengembangan peralatan hemat energi untuk gedung dan shelter di daerah terdampak bencana” pungkas Tony.

Feb
08

Berita Ditjen EBTKE: DAK Untuk Pengembangan EBT

EBTKE- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 untuk pengembangan pembangkit  energi terbarukan.

Direktur Aneka Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Hasrul Laksamana Azahari mengatakan DAK itu dialokasi untuk 41 wilayah kabupaten dengan nilai Rp150 miliar yang di dalamnya ada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).”Untuk petunjuk teknis pelaksanaan DAK saat ini sedang Peraturan Menterinya (Permen) sedang dalam tahap finalisasi, tinggal di tandatangani,”ujar dia di Ruang Kerjanya, Senin 07 Februari 2011.

Menurut dia, salah satu bunyi dalam Permen itu bahwa kedepan tidak diperbolehkan lagi pengembangan Solar Home System (SHS). Hasrul juga menjelaskan, tahun ini pihaknya akan menetapkan wilayah air dan terjunan air.”Kita dengan survey kerjasama dengan stakeholder seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Dalam Negeri,”kata Hasrul.

Disisi lain, dia juga menjelaskan, sebagai langkah awal dalam upaya pengembangan energi baru terbarukan  pemerintah akan membuat kebijakan nasional setiap cluster EBT, disamping itu juga akan dibuat kebijakan harganya.

Sumber berita: http://www.energiterbarukan.net/index.php?option=com_content&task=view&id=586&Itemid=1



Feb
08

Siswa Pesantren sebagai Agent of Change Energi Terbarukan

Siswa pondok pesantren dapat dijadikan agent of change atau agen perubahan untuk mensosialisaiskan mengenai penggunaan energi terbarukan di kalangan masyarakat. Siswa pondok pesantren akan kembali ke masyarakat sehingga mereka akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan masyarakat terkait penggunaan energi terbarukan. Harapannya akan meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat mengenai penggunaan energi terbarukan.

Hal ini yang dipresentasikan oleh tiga dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Indira Prabasari, Ir.Tony K. Hariadi, M.Eng, Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph.D, pada ‘Innovation and Sustainability Transitions in Asia’ yang diselenggarakan Asia-Pasific Network for Global Change Research (APN) di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pertengahan  Januari lalu.

Paper mengenai ‘Modelling a Sustainable Bioenergy Transition in Indonesia’ tersebut merupakan salah satu dari sekitar 70 paper yang dipresentasikan dari berbagai Negara mulai dari Jepang, Nigeria, Perancis, Afrika dan lainnya.

Lebih lanjut Indira menjelaskan bahwa di Indonesia kebutuhan untuk mengimplementasikan bionernergi sudah banyak. Namun belum sepenuhnya diterima atau dipahami oleh masyarakat mengenai adanya bionergi tersebut. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai efisiensi energy, sumber daya energy terbarukan maupun teknologi yang digunakan.

“Selain itu sebagian besar masyarakat masih tergantung pada penggunaan energy fosil atau energy tak terbarukan. Sehingga diperlukan sosialisasi agar partisipasi masyarakat terkait penggunaan bioenergi meningkat,”urainya ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY Kamis (27/1).

Ketika ditanya mengapa siswa pondok pesantren, dijelaskan Indira bahwa siswa pesantren adalah agen perubahan dalam masyarakat. Setelah lulus, alumni dari pesantren akan kembali ke kota asal mereka dan menjadi pemimpin agama. “Dimana kata-kata mereka seringkali yang akan diikuti oleh warga.”jelasnya.

Dalam pemaparan Indira ada sekitar 9000 pesantren yang tersebar di Indonesia. “Pada dasarnya pengetahuan mengenai pemanfaatan energy terbarukan harus memasuki semua lini masyarakat. Dan siswa pesantren memiliki potensi untuk mensosialisasikan penggunaan energy terbarukan ke masyarakat luas. Terlebih banyak pesantren tersebar di berbagai wilayah Indonesia,”ujarnya.

Terkait bagaimana proses pelatihan untuk para siswa, menurut Indira siswa-siswa di pesantren di Indonesia diampbil beberapa sample, tidak seluruh siswa pesantren hanya perwakilan saja di tiap pesantren.

“Kemudian dari perwakilan tersebut akan dilatih dan diberi penjelasan maupun pemanfaatan mengenai bionergi atau energy terbarukan. Harapannya semakin banyak masyarakat yang paham dan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energy fosil.”tegasnya.

Sumber berita: http://www.umy.ac.id/siswa-pesantren-sebagai-agent-of-change-energi-terbarukan.html

Jan
29

World Renewable Energy Congress, Bali 2011

Call For Papers

  • We invite authors, researchers, learners and practitioners to contribute original papers on all aspects of Clean and Renewable Energy, Energy Efficiency and other related issues for presentation at the Conference.
  • Abstracts and full papers must be submitted to the Organizing Committee through our website: www.wreeec2011bali.com.

Deadlines:

  • Abstracts can be submitted from 21 December 2010.
  • Full Paper must be submitted at the latest by 30 June 2011. Acceptance for Presentation will be communicated to the Author at the latest by 31 August 2011.
  • Extension of the deadlines may be given by and at the discretion of the OC. Read the rest of this entry »

Jan
18

Conf.Info:2nd IST 2011

2nd International Conference on
Sustainability Transitions

Diversity, plurality and change:
breaking new grounds in sustainability transition research

June 13-15, 2011
Lund University, Lund, Sweden

The Lund University Centre for Sustainability Studies (LUCSUS), the Centre for Innovation, Research and Competence in the Learning Economy (CIRCLE) at Lund University and the Sustainability Transitions Research Network (STRN) invite you to the 2nd International Conference on Sustainability Transitions. Read the rest of this entry »

Jan
06

APN Conference at UM


Principal research fellows of PUSPER, Dr. Indira Prabasari, Ir. Tony K. Hariadi,MEng and Dr. Sri Atmaja P. Rosyidi will attend the APN conference which will be held in University of Malaya, Kuala Lumpur, 9 – 11 January 2011. They will present a paper entitled “MODELLING SUSTAINABLE BIOENERGY  IN INDONESIA” (the paper is accessible).

This APN conference has a special topic of “Innovation and Sustainability Transitions in Asia”. Sustainable development is an objective for societies world-wide. But transitions to sustainable production and consumption have been studied primarily in rich, developed countries. However, the transformative changes now occurring in the rapidly urbanising and industrialising Asian economies and societies suggest a new focus. Transitions towards more sustainable development pathways are also fundamental challenges in Asia.

This conference will focus on the nature and role of sustainable system innovation in transforming Asian development pathways in field such as energy, mobility, sanitation, nutrition and housing in urban and rural areas. The conference will take stock of what has been learned in the International Human Dimensions Programme Core Project on Industrial Transformation (IHDP-IT) over the last ten years, as well as move forward a new research agenda supported by the APN (Asia-Pacific Network for Global Change Research) and the Research Council of Norway.

This APN conference of 2011 is under the auspices of the IHDP’s Industrial Transformation project; APN – Asia-Pacific Network for Global Change Research; University of Malaya, Kuala Lumpur; The Research Council of Norway; Eindhoven University of Technology, The Netherlands and the Jadavpur University, India.

Important links:

  • Completed information of conference can be accessed in: http://umconference.um.edu.my/it-apn2011
  • Our paper link: http://umconference.um.edu.my/upload/163-1/Paper%2071.pdf

Dec
26

CALL FOR PAPER: Special Issue in Semesta Teknika Vol.13, No.2 (2010)

PUSPER and the editorial board of Journal Semesta Teknika are seeking research (scientific) papers and technical notes for The Special Edition of Journal Semesta Teknika Issue Vol.13, No.2, related to topic of :

“engineering and applied sciences/technologies in energy, renewable and sustainable energy development” discussed in interdisciplinary engineering and scientific  areas. Read the rest of this entry »

Oct
06

Yogyakarta Memiliki Potensi Besar Sebagai Sumber Biogas

SOSIALISASI energi terbarukan, harus diakui masih kurang. Tak pelak, tingkat penggunaan energi terbarukan di kalangan masyarakat dinilai masih rendah. Hal ini disebabkan sosiahsasi dari institusi pemerintah maupun pendidikan terkait pemanfaatan energi terbarukan masih kurang. Kurangnya sosialisasi adanya energi ter­barukan tersebut menyebabkan masyarakat enggan untuk menggunakan bionergi.

“Di kalangan masyarakat masih merasa bahwa investasi untuk pemakaian energi terbarukan masih mahal, selain itu seringkali teknologi tepat guna yang dikenalkan kepada masyarakat mengenai penggunaan energi terbarukan terlalu merepotkan,” ungkap peneliti Pusat Studi Pengelolaan Energi Regional (Pusper) UMY Ir Saibun, belum lama ini . Read the rest of this entry »

Older posts «